SuaraFakta.com – Sebuah kejadian yang menarik perhatian publik baru-baru ini adalah aksi pembakaran ijazah sarjana oleh seorang wanita, dikaitkan dengan perselisihan terkait helm. Kejadian ini menjadi viral di media sosial, menimbulkan berbagai reaksi dari netizen.
Wanita tersebut, yang diketahui bernama Rebecca, menggunakan akun Instagram @rebeccadimari, telah mengungkapkan permohonan maafnya melalui Instastory. “Gua udah minta maaf dan kasih scannan. Karena mau gimanapun juga gbs balik kan yg udah dibakar,” ucap Rebecca. Namun, tindakan pembakaran ijazah tersebut bukan tanpa alasan. Rebecca mengklaim bahwa pria tersebut, yang bernama Bryan, telah mencuri helm miliknya.
Dalam sebuah video yang tersebar, terlihat Rebecca sedang membakar ijazah tersebut dengan menyebut nama Bryan, pemilik ijazah. “Aku gak main-main, aku diem, aku ngajak baik-baik, tapi kamu yang ngajak ribut kayak gini. Aku buktiin sekarang. Ini ijazah kamu, empat tahun buat dapetin ini, asli,” terdengar dalam video berdurasi 59 detik itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kronologi kejadian ini bermula dari masalah peminjaman helm yang tidak kunjung dikembalikan oleh Bryan. Situasi ini diungkapkan dalam unggahan beberapa akun media sosial, termasuk akun X/@Little_secret9. “Perjuangan 4 tahun buat dapet ijazah sarjana, musnah dibakar cewe perkara helmnya ga dibalikin,” tulis akun tersebut dalam captionnya.
Menurut Bryan Nicholas Oktaviano, nama lengkap si pria, perselisihan ini berakar dari ketidakpuasan Rebecca karena helmnya tidak segera dikembalikan. Sementara itu, Rebecca juga menyampaikan bahwa pernah ada permintaan dari Bryan untuk ‘mengembalikan waktu’ mereka saat masih berpacaran, yang menurutnya tidak mungkin dilakukan. “Jadi siapa yang tantrum?” tanya Rebecca.
Kasus ini masih menjadi sorotan dan perbincangan di berbagai platform media sosial, menunjukkan dinamika interaksi sosial di era digital yang sering kali melampaui batas-batas pribadi dan hukum.