SuaraFakta.com – Tragedi kecelakaan mobil yang melibatkan sebuah Pajero Sport di Jawa Tengah baru-baru ini telah menarik perhatian besar dari netizen. Kejadian ini, yang terjadi di salah satu jalan tol di wilayah tersebut, telah memicu simpati dan keprihatinan di antara masyarakat, terutama bagi mereka yang sering menggunakan fasilitas jalan tol.
Dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, mobil Pajero yang terlibat dalam kecelakaan ini terlihat dalam sebuah video yang diunggah oleh pengguna TikTok, @atra_atra6. Video tersebut menggambarkan detil tentang bagaimana kendaraan tersebut berakhir dalam keadaan hancur secara menyeluruh.
Berdasarkan narasi dari akun tersebut, insiden mengerikan ini terjadi saat mobil Pajero sedang bergerak lambat di jalur yang ditentukan. Secara tiba-tiba, bus PO Haryanto, yang konon dikemudikan dengan cara yang ceroboh dan sembrono, menabrak bagian belakang mobil tersebut. Kecelakaan ini mengakibatkan kerusakan serius pada mobil, mulai dari bagian belakang hingga ke tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Insiden ini tidak hanya meninggalkan dampak fisik yang parah, tetapi juga trauma emosional yang mendalam bagi korban dan keluarganya. Pengemudi mobil, sebagai salah satu korban, mengalami cedera serius berupa patah tulang pada area pinggul dan kaki, sehingga membuatnya tidak bisa berjalan dan memerlukan perawatan intensif di rumah sakit.
Menanggapi tragedi ini, perwakilan dari PO Haryanto, melalui akun Instagram @syafiq.muhammad17, telah menyampaikan permohonan maaf mereka. Mereka berkomitmen untuk bertanggung jawab atas kejadian tersebut dan telah melakukan dialog dan mediasi dengan korban serta otoritas yang berwenang.
Dalam negosiasi yang berkaitan dengan kompensasi, korban meminta ganti rugi sebesar 1 Miliar Rupiah. Namun, pihak perusahaan hanya menawarkan setengah dari jumlah tersebut.
Kecelakaan ini memunculkan berbagai pertanyaan serius tentang keselamatan di jalan raya dan kewajiban moral serta hukum perusahaan transportasi.
“Dimana hati nurani Anda? Sebagai pemilik perusahaan yang dikenal dengan branding Bapak Haji?” begitu kata korban dalam kesedihannya. Pertanyaan ini menunjukkan rasa ketidakpuasan korban terhadap respons awal perusahaan terhadap tragedi ini.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi kita semua tentang arti penting keselamatan dalam berkendara dan tanggung jawab sosial yang harus diemban oleh perusahaan-perusahaan dalam menghindari tragedi serupa di masa depan.