SuaraFakta.com – Netflix baru-baru ini merilis film dokumenter terbaru berjudul “Ice Cold: Murder, Coffee, and Jessica Wongso.” Film ini menggali secara mendalam tragedi kematian Wayan Mirna Salihin yang terjadi setelah minum es kopi Vietnam di Café Olivier, Grand Indonesia, Jakarta, pada Januari 2016.
Dalam film dokumenter Ice Cold, kita tidak hanya diajak untuk menyaksikan tragedi tersebut, tetapi juga diberi pandangan yang tajam terhadap permasalahan dalam sistem peradilan di Indonesia.
Lalu siapa saja yang muncul di film Ice Cold ? Di bawah ini adalah karakter-karakter utama yang muncul dalam film ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tokoh yang Muncul di Film Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso
1. Edi Darmawan Salihin
Ayah Mirna Edi Darmawan telah menarik perhatian publik dengan tekadnya untuk membawa Jessica Wongso ke pengadilan dan memastikan bahwa dia adalah pelaku pembunuhan Mirna dengan menggunakan kopi beracun sianida. Dalam percakapannya, Edi dengan tegas menyatakan, “Jessica ini seperti setn. Jiwanya seperti setn.”
2. Sandy Salihin
Saudara Kembar Mirna Sandy Salihin, saudara kembar Mirna, telah meninggalkan Indonesia dan pindah ke Jerman untuk mencari ketenangan. Dalam film ini, ia masih mengingat bagaimana Mirna meninggal akibat minuman kopi yang mereka nikmati bersama. “Kami berdua sangat menyukai kopi. Ironisnya, Mirna meninggal karena itu,” ujarnya dengan penuh kesedihan.
3. Jessica Wongso
Terdakwa Jessica Wongso, terdakwa dalam kasus ini, telah dihukum karena pembunuhan berencana terhadap Mirna, dengan vonis 20 tahun penjara dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Jessica mengaku hanya berkumpul dengan teman-temannya untuk minum kopi, dan merasa bingung dengan perkembangan kasus ini. “Aku hanya menelepon teman-temanku untuk mengobrol sambil minum kopi. Dan sejak saat itu, rasanya tidak bisa dipercaya, bahkan aku, sebagai karakter utama, tidak mengerti,” katanya.
4. Otto Hasibuan
Pengacara Jessica Wongso Otto Hasibuan, pengacara Jessica Wongso dalam kasus ini, dengan gigih berusaha membuktikan bahwa Jessica tidak bersalah. “Saya yakin Jessica tidak bersalah. Saya harus membuktikan kebenarannya,” tegasnya.
5. Devi Siagian
Manajer Café Olivier Devi Siagian, manajer Café Olivier, adalah saksi pertama yang mencurigai Jessica Wongso pada saat kejadian. Ia menggambarkan perilaku aneh Jessica, seperti meletakkan belanjaan dengan rapi di meja dan minuman yang disembunyikan dalam paper bag. “Sangat aneh,” komentarnya.
6. Rangga Saputro
Barista Café Olivier Rangga Saputro, seorang barista di Café Olivier, menceritakan pengalamannya meracik kopi untuk korban, Wayan Mirna Salihin. Ia mengungkapkan bahwa kopi yang dipesan Jessica Wongso tidak seperti kopi Vietnam biasa. “Baunya sangat nyengat, seperti kita meneteskan Power Glue,” katanya.
7. Prof. Eddy OS Hiariej
Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Prof. Eddy OS Hiariej menjelaskan keputusan hakim yang menyatakan Jessica sebagai pembunuh Mirna dan mengamati gerak-gerik Jessica selama persidangan. “Motif penting, tapi tidak perlu dibuktikan. Karena konstruksi pasal tidak membutuhkan motif,” jelasnya.
8. Sandhy Handika
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sandhy Handika adalah Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan kasus kopi beracun dengan terdakwa Jessica Wongso. Ia merasa bahwa putusan hakim akan mempengaruhi citra tim jaksa. “Kami ibarat prajurit di garis depan. Jika putusannya Jessica tidak bersalah, citra buruk akan melekat pada tim jaksa,” ungkapnya.
9. Timothy Marbun
Jurnalis dan Pembawa Berita Timothy Marbun adalah seorang jurnalis yang mengikuti kasus Jessica dan menekankan bahwa kasus ini dimulai dari pertanyaan dasar tentang penyebab kematian Mirna. “Semua dimulai dari pertanyaan, ‘Bagaimana Mirna meninggal? Apakah dibunuh?'” ujarnya.
10. Fristian Griec
Jurnalis Fristian Griec adalah seorang jurnalis yang meliput dan mengikuti kasus kopi beracun ini. Ia juga membicarakan berbagai rumor yang muncul seputar kasus tersebut. “Kasus ini penuh dengan berbagai sisi dan rumor. Ada rumor cinta segitiga antara Jessica, Mirna, dan suaminya, serta ada kaitan dengan mafia,” katanya.
11. Dr. Budi Budiawan
Ahli Toksikologi Kimia Dr. Budi Budiawan menjelaskan apakah kasus ini dapat dianggap sebagai pembunuhan dan apakah Jessica bersalah. Ia melakukan eksperimen untuk mendukung argumennya. “Saya telah melakukan percobaan-percobaan sebelum sidang ini. Secara saintifik, sianida dapat berubah dari cairan menjadi gas. Jika hal itu terjadi di area tertutup, gasnya dapat menyebar ke mana-mana,” paparnya.
Film dokumenter ini mengungkapkan sisi gelap dari kasus ini dan juga mempertanyakan sejumlah aspek dalam sistem peradilan Indonesia. Dalam penggalian yang tajam ini, karakter-karakter utama berbicara tentang kebenaran, keadilan, dan misteri yang melibatkan kopi beracun dan kematian Mirna Salihin.