suarafakta.com – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) dalam kompetisi Liga 1, sebagai langkah maju dalam menghadirkan kualitas sepak bola Indonesia yang lebih baik.
Kehadiran teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi atas berbagai keputusan kontroversial yang sering muncul di lapangan, yang kerap merugikan beberapa pihak. Dalam beberapa kasus, keputusan kontroversial ini muncul akibat kurangnya ketelitian wasit.
Tidak hanya itu, keputusan kontroversial juga disebabkan oleh isu “main mata” antara wasit dan klub-klub tertentu. Erick Thohir menjelaskan bahwa PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) masih berdiskusi tentang rencana penggunaan teknologi VAR ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diskusi tersebut mencakup waktu penggunaan dan stadion mana yang akan menjadi tempat uji coba teknologi ini. Erick Thohir menegaskan bahwa implementasi VAR di Liga 1 bukanlah proyek yang dapat selesai seketika, melainkan memerlukan waktu dan penyesuaian yang cukup lama.
“Setidaknya perlu dilakukan uji coba terlebih dahulu, kita tak bisa langsung mencapai kesempurnaan. Anggap saja musim ini sebagai tahap percobaan, dan tahun depan akan lebih optimal,” ungkapnya seperti dikutip dari laman PSSI.
“Semua pembangunan memerlukan proses bertahap, tidak bisa selesai seketika. Saya adalah orang yang sangat detail, saya ingin memastikan proses ini berjalan dengan baik,” lanjutnya.
Rencana implementasi VAR ini diharapkan dapat diterapkan pada pertengahan musim kompetisi 2023/2024 di stadion yang telah ditetapkan sebagai tempat uji coba.