Sejarah Selat Muria yang Dikaitkan Banjir di Demak

Thursday, 21 March 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sejarah selat muria. (Ist)

sejarah selat muria. (Ist)

SuaraFakta.com – Banjir parah yang sering merendam wilayah pantai utara Jawa Tengah, seperti Kabupaten Demak, Kudus, dan Grobogan, sering kali dikaitkan dengan sejarah Selat Muria di masa lalu. Namun, apa sebenarnya Selat Muria itu?

Selat Muria adalah jalur perairan yang dulunya menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Muria dan menjadi pusat perdagangan yang ramai dengan kota-kota seperti Demak, Jepara, Pati, dan Juwana.

Namun, sekitar tahun 1657, akibat endapan sungai yang terbawa ke laut, Selat Muria mulai dangkal dan akhirnya menghilang, membuat Pulau Muria bersatu dengan Pulau Jawa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyebab utama hilangnya Selat Muria adalah sedimentasi yang terus-menerus terjadi akibat aktivitas geologis, terutama pengangkatan Pegunungan Kendeng. Hal ini berdampak pada pendangkalan Selat Kendeng atau Danau Randublatung.

Pendangkalan Selat Muria pada abad ke-17 mengganggu aktivitas pelayaran karena banyak tempat yang menjadi daratan. Hanya pada musim hujan, sampan kecil dapat berlayar di genangan air.

Menurut Awang Satyana, staf ahli SKK Migas, sedimentasi ini terjadi karena Selat Muria merupakan tempat yang baik untuk menerima sedimen dari berbagai arah. Di sebelah selatan, terdapat perbukitan Zona Kendeng dan Zona Rembang yang erosiannya menghasilkan banyak sungai yang bermuara di Selat Muria.

Di bagian barat, Sungai Serang yang berhulu di lereng timur Gunung Merbabu mengangkut material sedimen ke Selat Muria, sementara di sisi utara, Gunung Muria mengirim material sedimen ke selatan.

Peran Sungai Tuntang di ujung barat juga memengaruhi sedimentasi Selat Muria dengan membentuk delta aktif bersama Sungai Serang, yang membangun morfologi pesisir Demak.

Pendangkalan Selat Muria didorong oleh faktor-faktor ganda seperti dua delta, dua zona pegunungan sedimenter, dan dua gunungapi modern. Hal ini memaksa Kesultanan Demak untuk memindahkan pusat pelabuhannya ke Jepara.

Meskipun jalur perniagaan di pesisir utara Jawa Tengah masih aktif, kapal-kapal dagang telah digantikan oleh truk dan kendaraan pengangkut lainnya setelah Selat Muria menjadi daratan dan diurug pada masa lalu. Dengan dekatnya daerah bekas Selat Muria seperti Demak dan Kudus dengan perairan, banjir sering melanda saat musim hujan.

Beberapa daerah di Kudus, Jepara, dan Demak dulunya merupakan bagian dari Selat Muria. Daerah-daerah ini, terletak di bagian utara Demak, sebagian Kudus, dan sebagian wilayah selatan Jepara, kerap menjadi langganan banjir saat musim hujan. Namun, apakah ada keterkaitan langsung antara banjir saat ini dengan Selat Muria, memerlukan penelitian lebih lanjut.

Sumber Berita : solopos

Berita Terkait

Israel Lakukan Serangan Balik ke Iran di Kota Ghahjaworstan
Bayi Berusia 2 Hari Meninggal Setelah Dipijat Neneknya
Viral! Turis Indonesia Merusak Bunga Sakura di Jepang
Kronologi Danramil Aradide Papua Tewas Ditembak OPM
Driver Ojol Tak Peroleh THR, Serikat Pekerja: Tidak Menghargai Martabat
Bobon Santoso Tantang BEM UI KKN di Papua, Siap Berikan Gaji YouTube Seumur Hidup
Biodata Profil Yolanda Assyar, Mahasiswa Universitas Suryakencana yang Jadi Pelakor Viral di Media Sosial
Sandra Dewi Penuhi Panggilan Kejaksaan Agung sebagai Saksi Kasus Korupsi Harvey Moeis

Berita Terkait

Friday, 19 April 2024 - 05:39 WIB

Bayi Berusia 2 Hari Meninggal Setelah Dipijat Neneknya

Monday, 15 April 2024 - 04:19 WIB

Viral! Turis Indonesia Merusak Bunga Sakura di Jepang

Saturday, 13 April 2024 - 03:14 WIB

Kronologi Danramil Aradide Papua Tewas Ditembak OPM

Saturday, 6 April 2024 - 10:37 WIB

Driver Ojol Tak Peroleh THR, Serikat Pekerja: Tidak Menghargai Martabat

Friday, 5 April 2024 - 04:05 WIB

Bobon Santoso Tantang BEM UI KKN di Papua, Siap Berikan Gaji YouTube Seumur Hidup

Berita Terbaru

Anies dan Muhaimin. (Ist)

Politik

AMIN Ucapkan Selamat Kepada Prabowo-Gibran

Tuesday, 23 Apr 2024 - 03:29 WIB