suarafakta.com – Video yang menjadi viral memperlihatkan insiden di mana sekelompok mahasiswa KKN dari Universitas Mataram (Unram) diusir dari Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Timur. Dugaan terjadinya pengusiran ini berawal dari video yang diunggah oleh mahasiswa KKN tersebut, di mana mereka menyebut bahwa tidak ada perempuan cantik di Desa Kayangan.
Dalam video tersebut, salah satu mahasiswi berinisial NWAP menyatakan, “Kita bikin mi. Belum jadi mi kita. Ditelepon sama pak … Hee adek-adek jam 2 ke rumah saya ya. Padahal acaranya setengah 4. Kenapa? Susah ya jadi kembang desa di sini. Kayangan ndak ada cantik-cantik. Jadi kita kembang desa jadinya.”
Ucapan NWAP tersebut tentu saja membuat warga sekitar merasa sakit hati. Video lain juga menampilkan posko KKN Unram yang dipadati oleh warga. NWAP terlihat memberikan permintaan maaf secara langsung kepada warga atas ucapannya yang menyinggung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah meminta maaf, NWAP bersama rombongan mahasiswa KKN Unram kemudian meninggalkan Desa Kayangan menggunakan mobil, sambil mendapat marah dari sejumlah warga. Video peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.
NWAP menyadari kesalahannya dan membuat video permintaan maaf atas ucapannya yang telah menyinggung warga Desa Kayangan. Dalam video tersebut, NWAP dengan tulus menyampaikan permintaan maafnya kepada pihak yang merasa tersinggung, khususnya kepada warga desa tersebut.
Peristiwa ini kemudian mendapat sorotan dari banyak warganet, yang mengecam perilaku beberapa mahasiswa dan mahasiswi saat ini. Sorotan tersebut menunjukkan keprihatinan atas berita-berita aneh yang kerap muncul karena ulah beberapa individu.
Untuk mendapatkan informasi terbaru dan berita fakta harian terkini silahkan ikuti kami di Google News