SuaraFakta.com – Selain Jepang, yang sedang dihadapkan pada tantangan menurunnya populasi, terdapat fakta menarik yang mengemuka terkait status lajang atau belum menikah sekitar 9 juta wanita di Rusia.
Melalui sebuah unggahan di platform media sosial Instagram, Albert Muhammad, seorang yang memiliki istri berkebangsaan Rusia, membagikan pandangannya terkait perbandingan jumlah wanita dan pria di Rusia. Data yang dia ungkapkan mengindikasikan bahwa secara keseluruhan, populasi wanita di Rusia jauh lebih besar dibandingkan dengan populasi pria. Angka ini mencerminkan rasio 86 pria per 100 wanita dalam total populasi Rusia.
Jika kita merinci lebih lanjut, terdapat sekitar 9 hingga 11 juta wanita lebih banyak daripada jumlah pria dalam populasi Rusia secara keseluruhan. Ketidakseimbangan gender ini telah menjadi salah satu faktor yang mendorong banyak wanita Rusia untuk mencari pasangan di luar batas negara mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejarah Perang Dunia II memainkan peran besar dalam menyebabkan ketidakseimbangan gender ini di Rusia. Selama konflik berdarah tersebut, banyak pria Rusia yang kehilangan nyawa mereka, mengakibatkan jumlah pria yang tersisa jauh lebih sedikit dibandingkan dengan wanita.
Perang Dunia II, meskipun membawa kemenangan bagi Rusia bersama dengan Amerika, menuntut pengorbanan yang sangat besar, terutama dalam hal kehilangan jutaan nyawa pria selama perang berkecamuk tersebut.
Sebagai konsekuensi dari perang, pemerintah Rusia menjalankan kebijakan wajib militer untuk pria di bawah usia 27 tahun. Ini adalah kewajiban yang tidak dapat dihindari dan berlaku bagi semua pria Rusia yang memenuhi persyaratan kesehatan fisik dan mental.
Mereka yang memenuhi kriteria tersebut diwajibkan untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pertahanan dan keamanan negara. Hal ini menjadi langkah yang diambil oleh pemerintah untuk menjaga kestabilan negara mereka, mengingat ketidakseimbangan gender yang masih menjadi permasalahan serius di Rusia.