SuaraFakta.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menghadiahi gelar jenderal kehormatan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Acara ini diselenggarakan seiring dengan rapat pimpinan gabungan TNI-Polri 2024.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkapkan bahwa rapat gabungan TNI-Polri kali ini dihadiri oleh 362 pejabat utama dari TNI, Polri, DPR, dan MPR.
“Rapim tahun ini mengambil tema; TNI-Polri siap wujudkan pertahanan keamanan untuk indonesia maju,” kata Agus dalam sambutannya, Rabu (28/2/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan pengamatan, Presiden Jokowi dan Prabowo tiba di Mabes TNI sekitar pukul 08.30 WIB. Jokowi mengenakan jas formal berwarna gelap, sementara Prabowo mengenakan seragam dinas militer lengkap dengan pangkat terakhirnya di TNI AD, yakni Letnan Jenderal.
Keduanya tampak didampingi oleh Agus dan Kepala Kepolisian, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Di antara peserta rapat terlihat para kepala staf matra TNI dan pejabat utama Mabes Polri.
Juru Bicara Menteri Pertahanan (Menhan) Danhil Anzar Simanjuntak menjelaskan bagaimana Prabowo Subianto menerima gelar jenderal TNI dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Danhil menyatakan bahwa usulan kenaikan pangkat untuk Prabowo sebenarnya telah diajukan oleh TNI dua tahun yang lalu, namun pada saat itu Prabowo menolak dengan alasan bahwa dirinya belum banyak berkontribusi bagi TNI dan pertahanan.
“Pak Prabowo itu merasa belum banyak berbuat untuk TNI, untuk pertahanan, dan militer, sehingga Pak Prabowo menyampaikan ‘saya belum bersedia menerima pengajuan kenaikan pangkat istimewa tersebut’,” jelas Danhil dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (28/2/2024).
Oleh karena itu, Danhil mengakui bahwa Kementerian Pertahanan telah melakukan diskusi secara intensif melalui pejabat di bawahnya, hingga disimpulkan bahwa Prabowo layak untuk menerima kenaikan pangkat bintang empat.