suarafakta.com – Slot digital telah tumbuh menjadi fenomena yang menggelisahkan di Indonesia, khususnya di kalangan generasi muda. Sejumlah pemuda menemukan kesenangan dalam aktivitas slot online ini, memandangnya sebagai hiburan yang mendebarkan serta peluang untuk meraih keuntungan finansial. Dengan hanya perangkat telepon pintar dan modal sedikit, mereka mencoba peruntungan mereka dalam dunia yang serba digital ini.
Namun, para pakar sosial mengingatkan bahwa pesona ini bisa berbalik menjadi bumerang. Dalam jangka panjang, kebiasaan berjudol bisa berubah menjadi candu dan berisiko memicu perilaku kriminal.
Tugas menangkal slot online di Indonesia adalah tugas yang berat. Situs dan aplikasi slot online terus bermunculan dengan berbagai nama, sekalipun aksesnya telah diblokir. Menurut Semuel A. Pangerapan, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika di Kementerian Komunikasi dan Informatika, sejak 2018 hingga 22 Agustus 2022 lalu, Kominfo telah memutus akses sebanyak 566.332 konten digital yang terindikasi slot. Hal ini mencakup akun platform digital dan situs yang membagikan konten terkait aktivitas slot.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun baru-baru ini muncul fenomena menarik dimana banyak situs pemerintah hingga instansi pendidikan yang terdampak slot online.
Keberadaan situs tersebut mudah sekali ditemukan di pencarian Google, pada umumnya kata kunci situs pemerintah yang diretas oleh bisnis selot dengan mengetikkan “Slot Online”, “Slot Gacor” dan banyak lagi.
Menanggapi adanya bisnis slot di situs pemerintah, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Samuel Abrijani Pangerapan mengatakan, faktor peretasan terjadi karena lemahnya sistem keamanan website.