SuaraFakta.com – Seseorang yang beragama islam tentu ada beberapa aspek tersendiri saat ingin memotong rambut.
Sehingga harus tau terlebih dahulu hari baik potong rambut dalam islam.
Islam agama yang sangat istimewa, mengatur berbagai aspek kehidupan manusia di bumi, termasuk masalah sehari-hari seperti memotong rambut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hari Baik untuk Memotong Rambut dalam Islam
Dalam ajaran Islam, tidak ada peraturan yang khusus mengenai kapan seharusnya seseorang memotong rambut.
Namun, berdasarkan amalan Sunnah, hari Jumat dipercayai sebagai hari yang baik untuk memotong rambut. Tidak hanya itu, Jumat juga memiliki signifikansi penting dalam sejarah umat Islam.
Selain itu, dari perspektif Islam, ada anjuran tentang hari-hari yang baik untuk memotong kuku dan rambut. Menurut Imam Ibnu Qasim al-Ghazi, hari terbaik untuk memotong kuku adalah pada hari Senin, Kamis, dan Jumat.
Memotong kuku pada hari Senin dianggap akan membawa kemuliaan, sementara memotong kuku pada hari Kamis diyakini akan membawa rejeki, dan memotong kuku pada hari Jumat dapat meningkatkan pengetahuan dan akhlak yang baik.
Hukum Memotong Rambut bagi Wanita dalam Islam
Walaupun Islam tidak mengharuskan hari tertentu untuk memotong rambut, hukum mengenai pemotongan rambut wanita telah dijelaskan dalam beberapa hadis. Berikut beberapa poin penting:
Potongan Rambut Menyerupai Laki-laki
Rasulullah SAW melarang wanita memotong rambutnya dengan gaya yang menyerupai laki-laki. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, beliau menyatakan, “Rasulullah melaknat kaum lelaki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai lelaki.” (HR. Bukhari)
Potongan Rambut Menyerupai Wanita Kafir
Menyerupai orang kafir dalam pemotongan rambut juga diharamkan dalam Islam. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Bukan termasuk golongan kami siapa yang menyerupai kaum selain kami. Janganlah kalian menyerupai Yahudi atau Nashrani, karena mereka memberi salam dengan isyarat jari jemari, dan Nashrani memberi salam dengan isyarat telapak tangannya.” (HR. Tirmidzi, hasan)
Potongan Rambut Biasa
Pendapat mengenai pemotongan rambut dengan gaya biasa atau tanpa menyerupai orang kafir masih diperdebatkan di kalangan ulama. Terdapat tiga pendapat berbeda, yaitu boleh, haram, dan makruh. Pendapat yang paling masyhur di antara mereka adalah pendapat Imam Ahmad yang menganggapnya makruh. Namun, ada juga pendapat yang mengatakan bahwa hal itu boleh berdasarkan hadis Rasulullah SAW, “Wanita tidak boleh mencukur habis rambutnya tetapi boleh memendekkannya.” (HR. Abu Zur’ah).
Dapat disimpulkan bahwa hukum memotong rambut bagi seorang wanita dalam Islam adalah diperbolehkan selama tujuannya baik, bukan untuk kepentingan kosmetik atau merayu lawan jenis, terutama jika bukan muhrim.
Namun, jika tujuannya adalah meniru gaya orang kafir, maka tindakan tersebut dianggap haram dan merupakan dosa besar, sebagaimana yang dijelaskan oleh Syekh Muhammad Al-Amin as-Syinqithi dalam kitabnya Adhwa’ al-Bayan. Beliau menekankan bahwa memotong rambut hingga sangat pendek, sebagaimana yang biasa dilakukan di Eropa, adalah sebuah tradisi yang menyimpang dari praktik wanita Islam dan Arab sebelum Islam.