SuaraFakta.com – Jalur kereta api antara Bumiayu dan Purwokerto dilaporkan mengalami longsor pada pagi hari Senin (4/12/2023), menyebabkan gangguan pada 12 perjalanan kereta api yang beroperasi di rute tersebut.
Kejadian longsor terjadi di wilayah RT 04/06 Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Jalur yang tertutup longsor memiliki panjang sekitar 20 meter, lebar 15 meter, dan ketebalan tanah mencapai 2 meter.
Longsor tersebut disebabkan oleh hujan lebat yang melanda kawasan tersebut sejak malam Minggu (3/12/2023) hingga pagi Senin. Rohim, seorang warga setempat, menceritakan bahwa ia dan warga lainnya mendengar suara gemuruh longsor pada pagi subuh, namun mereka tidak berani mencari sumber suara tersebut karena cuaca masih gelap. Barulah pada pagi harinya, ketika menuju ke kebun, mereka menemukan bahwa jalur kereta api tertutup oleh material longsor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ketika hendak pergi ke kebun, baru saya sadari bahwa memang ada longsor,” ungkap Rohim.
Dampak dari longsor ini terasa pada 12 perjalanan kereta api yang harus diarahkan ke lintas utara. Feni Saragih, Humas KAI Daop V, menjelaskan bahwa hingga saat ini, 12 perjalanan kereta api dialihkan ke lintas utara karena jalur utama harus diberikan semboyan 3, menandakan bahwa jalur tersebut tidak dapat dilalui.
Feni juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan ini, memahami bahwa terdapat ketidaknyamanan akibat terganggunya perjalanan. Sementara itu, proses evakuasi material longsor untuk membersihkan jalur kereta api baru dapat dimulai sejak pukul 09.00 setelah memastikan keadaan aman. Hal ini dikarenakan di lokasi kejadian terdapat jaringan listrik saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang pondasinya juga mengalami kerusakan sebagian.