suarafakta.com – Idul Fitri, sebuah perayaan meriah setelah berpuasa sebulan penuh, menandai penutupan Ramadan. Di sisi lain, Idul Adha, berbeda dalam hal itu ditandai oleh puasa sunnah pada hari Arafah dan penyembelihan hewan kurban selama periode 10 hingga 13 Dzulhijjah.
Seiring dengan kegembiraan hari raya, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan sholat sunah dua rakaat. Dalam hal ini, sholat Idul Fitri dan Idul Adha memiliki kesamaan teknis. Keduanya sama-sama ditegakkan atas dasar hukum sunah muakkad.
Pelaksanaannya terdiri dari dua rakaat: rakaat pertama dengan tujuh takbir dan rakaat kedua dengan lima takbir, tanpa diawali dengan adzan dan iqamat. Khutbah sesudah sholat sangat dianjurkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski secara umum keduanya tampak serupa, ada beberapa perbedaan signifikan antara Sholat Idul Fitri dan Sholat Idul Adha. Berikut adalah perbedaan-perbedaan tersebut:
- Niat: Meski keduanya dimulai dengan niat, ada perbedaan dalam pengucapan niat tersebut. Untuk Idul Fitri, niatnya adalah “Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati ada’an imaman lillahi ta‘ala,” yang artinya “Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah SWT.” Sedangkan untuk Idul Adha, niatnya adalah “Ushallî sunnata-li ‘idil adl-ha rak‘ataini mustaqbilal qiblati (ma’muman/imaman) lillahi ta‘ala,” yang artinya “Aku niat melaksanakan sholat sunnah Idul Adha dua rakaat, menghadap kiblat (sebagai makmum/imam) karena Allah Ta‘ala.”
- Waktu Pelaksanaan: Sholat Idul Adha biasanya dilakukan lebih awal atau di pagi hari dibandingkan dengan sholat Idul Fitri.
- Takbir: Walaupun kita sering mendengar takbir saat hari raya, ada perbedaan antara Idul Fitri dan Idul Adha. Untuk Idul Fitri, takbir dimulai setelah maghrib di akhir Ramadan hingga sebelum sholat Idul Fitri pada 1 Syawal. Sebaliknya, pada Idul Adha, takbir dimulai setelah subuh pada hari Arafah, yaitu 9 Dzulhijjah, dan berlanjut hingga akhir hari Tasriq, yaitu 13 Dzulhijjah, menjelang Ashar.
- Makanan: Umat Muslim dianjurkan untuk makan sebelum sholat Idul Fitri, sementara untuk Idul Adha, dianjurkan untuk tidak makan apa pun sebelum sholat.
- Puasa Pasca Hari Raya: Pada hari raya Idul Fitri, umat Islam dianjurkan untuk melakukan puasa sunah selama bulan Syawal. Sebaliknya, pada Idul Adha, puasa pada hari Tasriq, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, dianggap haram menurut NU Online.
Inilah rangkuman lima perbedaan antara Sholat Idul Fitri dan Sholat Idul Adha. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda dalam beribadah dan merayakan hari-hari suci dalam Islam.