Gempar! Virus Nipah Kembali Mewabah, Kemenkes Keluarkan Peringatan Ini

Monday, 18 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SuaraFakta.com – Virus Nipah, yang kembali mewabah, telah menjadi sumber kekhawatiran global. Meskipun bukan virus baru, tingkat kematian yang mencapai 40 hingga 70 persen dan ketiadaan vaksin pencegah membuatnya tetap menjadi ancaman yang signifikan.

Virus Nipah pertama kali diidentifikasi saat wabah melanda peternakan babi di Sungai Nipah, Malaysia, pada tahun 1998-1999. Wabah ini bahkan merambah hingga Singapura, dengan 276 kasus tercatat dan 106 kematian.

Kasus terbaru yang mencuat adalah dua kematian yang terjadi di bagian Kerala, India. Ini merupakan kasus keempat di Kerala sejak virus ini pertama kali muncul pada tahun 2018.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan peringatan serius terkait potensi penyebaran Virus Nipah. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Didik Budijanto, menekankan pentingnya kewaspadaan Indonesia terhadap potensi penularan virus ini melalui babi yang dapat terinfeksi dari Malaysia, melalui perantara kelelawar pemakan buah. “Indonesia harus selalu waspada terhadap potensi penularan virus nipah dari hewan ternak babi di Malaysia melalui kelelawar pemakan buah,” ujarnya.

Virus Nipah termasuk dalam genus Heipavirus dan Paramyxoviridae, yang dapat ditularkan melalui hewan. Oleh karena itu, virus ini memiliki potensi untuk menjadi wabah pandemik atau endemik dengan tingkat kematian yang sangat tinggi, yakni 40 hingga 70 persen.

Dalam beberapa aspek, Virus Nipah dianggap lebih berbahaya daripada Covid-19. Gejala yang ditimbulkan oleh virus ini lebih berfokus pada saluran pernapasan. Seseorang yang terinfeksi dapat mengalami demam, pusing, sakit kepala, nyeri otot, muntah-muntah, dan nyeri tenggorokan. Beberapa juga mengalami gejala melalui infeksi saluran pernapasan (ISPA).

Meskipun hingga saat ini belum ada kasus Virus Nipah yang terkonfirmasi di Indonesia, Kemenkes melihat potensi penyebaran virus ini di negara ini. Oleh karena itu, mereka menghimbau semua pihak untuk tetap waspada, mengingat bahwa beberapa individu terinfeksi mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun.

Berita Terkait

Menkominfo Ungkap Asal Muasal Judi Online Ada di Indonesia Hingga Marak Seperti Sekarang
Eks Casis Bintara AL Dikira Keluarga Sedang Tugas, Ternyata Diduga Dibunuh Setahun Lalu
Cianjur Masuk Daerah Jakarta di UU DKJ, Jadi Jabodetabekjur?
Kecelakaan Beruntun di Gerbang Tol Halim Hingga Tutupi Akses Tol
TNI Sebut Korban Penganiayaan adalah Anggota KKB
Mudik Gratis Polri 2024 Dibuka: Cara Daftar, Rute dan Syarat Cek Disini
Cara Tukar Uang Baru di Bank Indonesia lewat Aplikasi Pintar BI
Mudik Gratis Pegadaian 2024: Cara Mendaftar, Syarat dan Rute Lengkap

Berita Terkait

Tuesday, 9 April 2024 - 07:55 WIB

Menkominfo Ungkap Asal Muasal Judi Online Ada di Indonesia Hingga Marak Seperti Sekarang

Saturday, 30 March 2024 - 08:10 WIB

Eks Casis Bintara AL Dikira Keluarga Sedang Tugas, Ternyata Diduga Dibunuh Setahun Lalu

Saturday, 30 March 2024 - 03:22 WIB

Cianjur Masuk Daerah Jakarta di UU DKJ, Jadi Jabodetabekjur?

Wednesday, 27 March 2024 - 03:23 WIB

Kecelakaan Beruntun di Gerbang Tol Halim Hingga Tutupi Akses Tol

Sunday, 24 March 2024 - 13:15 WIB

TNI Sebut Korban Penganiayaan adalah Anggota KKB

Berita Terbaru

Anies dan Muhaimin. (Ist)

Politik

AMIN Ucapkan Selamat Kepada Prabowo-Gibran

Tuesday, 23 Apr 2024 - 03:29 WIB