SuaraFakta.com – Bentrok antara Pasukan Manguni Makasiouw, sebuah organisasi masyarakat adat, dengan peserta aksi solidaritas Palestina di Manado, telah menarik perhatian internasional.
Dalam pernyataannya, akun palsu Benjamin Netanyahu, @netanyahupress, menyatakan, “Pendukung Israel menunjukkan keunggulan mereka kepada para pendukung Palestina. Kami sangat bangga dengan mereka,” pada Selasa (28/11/2023).
Unggahan tersebut menciptakan gelombang reaksi dari netizen di seluruh dunia, yang tidak menyangka terjadinya konflik semacam itu di Indonesia. Rami Salam @rami_salama berkomentar, “Tak pernah terbayangkan ini terjadi di Indonesia. Mereka adalah orang-orang terbaik yang saya kenal.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Makarov’s infected appendix @goatgoesmbe menyatakan bahwa Indonesia tidak pernah mengakui Israel sebagai sebuah negara. “Di tengah kekerasan ini, kami tetap tidak mengakui Israel sebagai negara dan setiap upaya untuk mengibarkan bendera mereka di Indonesia dianggap melanggar hukum nasional,” jelasnya.
Polisi mengonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki insiden ini dan akan mengambil langkah tegas dengan menjebloskan para pelaku kekerasan ke dalam penjara. “Polisi saat ini tengah menyelidiki kasus ini, dan pelaku kekerasan akan dihadapkan pada hukuman penjara,” tegas seorang juru bicara polisi.
Pendapat berbeda datang dari Artificial Rose @fake_redrose, yang menyebut pelaku sebagai kelompok Islamofobia. “Mereka adalah kelompok Islamofobia yang mendukung Zionis di Indonesia. Mereka menganggap pendukung Palestina sebagai kelompok radikal,” ujarnya.
Artificial Rose juga menambahkan bahwa para pendukung Zionis tersebut juga terlibat dalam pembakaran ambulans dan menunjukkan perilaku yang sejalan dengan tindakan zionis.
Konflik ini menunjukkan kompleksitas pandangan dan opini di Indonesia terkait isu Palestina-Israel, sementara pemerintah berusaha menangani dampak dan menjamin penegakan hukum dalam situasi ini.