SuaraFakta.com – Seleb TikTok Satria Mahathir, baru-baru ini mengalami nasib sial setelah ditangkap oleh tim Satuan Reserse Kriminal dari Polresta Barelang. Penangkapan Satria terkait dengan insiden kekerasan yang diduga melibatkan anak seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dari Kepulauan Riau.
Peristiwa ini, yang menimpa Satria Mahathir dan anak anggota DPR, berlangsung pada malam tahun baru, tepatnya tanggal 31 Desember 2023, di sebuah kafe di Batam.
“Kami telah mengamankan empat orang, inisial SM, AS, DJ, dan RS atas kasus pengeroyokan,” ungkap Kasat Reserse Kriminal Polresta Barelang, Kompol Dwi Ramadhanto, dalam sebuah pernyataan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Konflik ini bermula dari gesekan kecil di kafe, yang dengan cepat berescalasi menjadi perkelahian yang meluas dari dalam hingga luar kafe.
Satria Mahathir, yang merupakan putra dari mantan Jenderal Polisi Bintang Dua Yuskam Nur dan eks model Anita Agnes Alexandra, telah lama menjadi pusat perhatian publik karena serangkaian peristiwa kontroversial dalam hidupnya. Selain dikenal di antara pengguna TikTok, Satria juga terkenal karena sering mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan kontroversi dalam berbagai podcast dan wawancara.
Korban kekerasan, yang dikenal dengan inisial RA, merupakan anak dari anggota DPRD Kepri, Nyanyang Haris Pratamura.
“Anak saya hanya ingin melihat YouTuber dan Satria Mahathir, tapi malah menjadi korban pengeroyokan,” ujar Nyanyang dengan nada kecewa. Insiden ini menarik perhatian bukan hanya karena melibatkan tokoh seperti Satria, tetapi juga karena korban adalah anak dari anggota DPRD.
Penangkapan Satria dan teman-temannya telah menjadi bahan pembicaraan di berbagai platform media sosial dan berita, menyoroti pentingnya mengikuti perkembangan kasus ini lebih lanjut. Satria, yang juga dikenal dengan julukan “Papa Muda Termuda” karena klaimnya telah memiliki anak di usia 16 tahun, pernah menjalani rehabilitasi akibat penyalahgunaan narkoba.
Kehidupannya, termasuk pernikahan yang berakhir karena perselingkuhan, sering menjadi topik hangat di media sosial.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ini.
“Informasi lebih lanjut akan kami sampaikan pada Jumat, 5 Januari 2024,” tutur Ramadhanto.