SuaraFakta.com – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengumumkan bahwa pemerintah bakal menggelontorkan bantuan langsung tunai (BLT) kembali pada awal Maret 2024.
Langkah ini termasuk dalam program mitigasi risiko pangan yang diinisiasi sebagai tanggapan atas situasi ekonomi yang sulit. Tujuan utamanya adalah memberikan sokongan kepada warga yang memerlukan, terutama menghadapi dampak pandemi serta faktor-faktor lain yang mempengaruhi ketersediaan makanan.
Dalam konferensi pers di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa BLT akan diberikan kembali dengan nilai Rp600.000. Jumlah ini merupakan hasil penggabungan dari tiga pencairan sebelumnya, masing-masing Rp200.000.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Muhadjir menegaskan bahwa bantuan ini tidak hanya sebatas BLT, melainkan juga mencakup bantuan cadangan pangan beras yang akan diberikan hingga Juni 2024.
Meski sebelumnya ada informasi tentang anggaran Rp490 triliun, Muhadjir menjelaskan bahwa anggaran yang sebenarnya disiapkan pemerintah adalah Rp170 triliun untuk perlindungan sosial, yang mana BLT menjadi bagian dari program tersebut.
BLT mitigasi risiko pangan ini merupakan kelanjutan dari BLT El Nino yang diluncurkan pada November-Desember 2023. Warga yang memenuhi syarat untuk menerima BLT adalah yang tercatat dalam basis data Kementerian Sosial (Kemensos).
Mereka yang menerima bantuan akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp200.000 per bulan. Penyaluran BLT ini dijadwalkan akan berlangsung antara Januari dan Maret 2024 melalui PT Pos Indonesia, sebagai langkah untuk memastikan distribusi yang tepat sasaran dan efisien.
Muhadjir juga menekankan bahwa BLT mitigasi risiko pangan adalah bagian dari program perlindungan sosial yang lebih besar, yang mencakup subsidi untuk kebutuhan pokok seperti kesehatan, pendidikan, serta energi seperti LPG dan BBM.
Dengan demikian, diharapkan bantuan ini mampu membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi terutama terkait dengan ketersediaan makanan.