SuaraFakta.com – Bayi berusia dua hari, Devandra Altafaris, telah meninggal setelah mendapat pijatan dari nenek ayahnya. Peristiwa tragis ini terjadi pada 30 Desember 2023 dan menjadi sorotan publik setelah ibunya, Uswa, berbagi pengalamannya di media sosial.
Uswa mengungkapkan bahwa Devandra mengalami sumbatan pada saluran pencernaannya setelah dipijat oleh neneknya.
“Saluran pencernaannya terganggu akibat pijatan dari nenek suamiku,” tulis Uswa sebagai respons terhadap pertanyaan dari para pengguna internet. Meskipun Uswa telah melarang neneknya untuk memijat Devandra, sang nenek bersikeras bahwa ia memiliki pengetahuan yang tepat dalam pijat bayi dan yakin bahwa tindakannya akan memberikan manfaat bagi kesehatan sang bayi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, situasi berubah menjadi genting ketika kondisi kesehatan Devandra memburuk. Tubuh mungilnya membengkak dan dia harus segera dilarikan ke rumah sakit. Meskipun telah mendapat perawatan medis, nyawa Devandra tidak dapat diselamatkan.
“Dek, sekarang kamu sudah bebas dari segala rasa sakit, beristirahatlah dengan tenang di surga,” ungkap Uswa dalam sebuah keterangan yang menyayat hati di akun Tiktoknya.
Uswa membagikan video dan foto yang menampilkan momen-momen terakhir Devandra di rumah sakit, lengkap dengan alat bantu pernapasan yang digunakan dan selang yang dimasukkan ke dalam mulutnya. Salah satu foto yang diposting oleh Uswa menunjukkan makam Devandra yang dihiasi dengan bunga, sebagai simbol perpisahan yang penuh duka.
Dalam salah satu postingan, Uswa menyampaikan pesan kepada anaknya yang telah meninggal.
“Semoga kamu menjadi anak yang baik, agar kamu bisa membawa mama dan papa ke surga. Di sana, kita akan berkumpul kembali,” tulis Uswa.
Di sisi lain, nenek yang melakukan pijatan, meskipun mendapat kritik, tidak merasa bersalah. Baginya, apa yang terjadi adalah takdir. Namun, banyak yang berpendapat bahwa kejadian ini harus dijadikan pembelajaran tentang pentingnya perawatan bayi yang tepat, yang bisa membahayakan jika dilakukan oleh orang yang tidak terlatih dan berpengetahuan.
Kasus ini menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam merawat bayi yang sangat rentan, terutama dalam hal fisik, seperti pijatan yang dilakukan dengan niat baik namun tanpa pengetahuan yang memadai tentang anatomi bayi.