suarafakta.com – Peristilahan “cawe-cawe” kini menjadi topik yang viral di media sosial, disebabkan oleh penggunaan kata tersebut oleh Presiden Jokowi beberapa kali, yang membuat publik penasaran dan mempertanyakan makna sebenarnya dari “cawe-cawe”.
Istilah ini mulai mengemuka lantaran Presiden Jokowi dituduh oleh sejumlah politisi telah terlalu banyak berinteraksi dan berpartisipasi dalam Pemilihan Presiden 2024.
Dilansir dari kumparanNEWS, Presiden Jokowi dipersepsikan sebagai tokoh yang berperan dalam berbagai konfigurasi koalisi partai, sekaligus membentuk opini publik tentang profil pemimpin ideal yang pantas untuk diusung sebagai calon presiden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di momen terbaru, Jokowi menyatakan bahwa ia terpaksa “cawe-cawe” demi kepentingan bangsa dan negara. Lantas, apa arti sebenarnya dari istilah “cawe-cawe” ini? Berikut penjelasan untuk memahaminya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “cawe-cawe” bisa diartikan sebagai ikut membantu melakukan atau menangani suatu pekerjaan. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa dan biasanya digunakan dalam percakapan nonformal. Itulah sebabnya Jokowi menggunakan istilah tersebut dalam konteks percakapan informal, bukan dalam pidato resmi.
“Cawe-cawe” bisa memiliki konotasi baik atau buruk, tergantung pada konteks kalimatnya. Contohnya dalam kalimat “Dia harus bangun pagi-pagi di hari pernikahan adiknya untuk ikut membantu (cawe-cawe) mengurus jalannya acara” atau “Pemilik media massa sebaiknya tidak ikut campur (cawe-cawe) urusan berita agar informasi yang disampaikan tetap netral.”
Frasa “cawe-cawe” dalam kalimat pertama memiliki makna positif. Sementara itu, penggunaan “cawe-cawe” dalam kalimat kedua membawa kesan negatif bagi pembaca atau pendengar. Meskipun tidak sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, istilah ini lebih banyak digunakan dalam pembicaraan yang lebih berat, seperti isu politik atau konflik nasional.
Istana Negara merinci makna “cawe-cawe” dalam konteks pernyataan Jokowi sebagai berikut:
- Presiden berharap agar Pemilihan Umum 2024 dapat berjalan secara demokratis, jujur, dan adil.
- Presiden memiliki kepentingan agar pemilihan berjalan lancar dan aman tanpa menimbulkan polarisasi atau konflik sosial dalam masyarakat.
- Presiden berkeinginan bahwa pemimpin nasional masa depan dapat melanjutkan kebijakan-kebijakan strategis seperti pembangunan IKN, hilirisasi, transisi energi bersih, dan lain-lain.
- Presiden berharap semua peserta pemilu dapat berkompetisi secara fair, oleh karena itu Presiden berkomitmen menjaga netralitas TNI, Polri, dan ASN.
- Presiden berkeinginan agar pemilih mendapat informasi dan berita berkualitas tentang peserta pemilu dan proses pemilu sehingga dapat memperkuat kemampuan pemerintah dalam mencegah penyebaran berita bohong atau hoaks, dampak negatif dari AI, hingga kampanye hitam yang tersebar di media sosial.
- Presiden Jokowi menegaskan akan menghargai dan menerima pilihan rakyat dan berjanji akan membantu transisi kepemimpinan nasional dengan sebaik mungkin.
Itulah arti kata cawe cawe beserta penjelasan lengkapnya.
Untuk mendapatkan informasi terbaru dan berita fakta harian terkini silahkan ikuti kami di Google News