suarafakta.com – Beredar kabar bahwa puluhan situs yang dimiliki oleh berbagai universitas telah diretas dan disusupi dengan konten judi online. Informasi ini diungkapkan oleh Pratama Persadha, seorang pakar keamanan siber yang memberikan daftar situs-situs tersebut.
Pratama Persadha menyatakan bahwa peretasan masih sering terjadi di berbagai situs web di Indonesia, terutama pada situs-situs universitas. Kondisi ini menjadi salah satu alasan terjadinya banyak kasus kebocoran data di institusi pemerintah dan pendidikan.
Salah satu kejadian terbaru adalah peretasan yang terjadi pada salah satu situs web Universitas Gadjah Mada (UGM), yang sudah beberapa kali mengalami kejadian serupa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Situs dengan alamat https://findit.ft.ugm.ac.id/ tidak dapat diakses, yang berarti telah ditutup dan hanya menampilkan pemberitahuan di halaman situs yang menyatakan “Situs ini tidak lagi tersedia”.
“Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan sebuah situs web tidak dapat diakses,” kata Pratama Persadha dalam keterangannya yang diterima oleh Jurnal Medan pada Rabu, 20 Desember 2022.
Sebuah situs web yang telah diretas tentu saja tidak dapat diakses, namun ada juga situs yang sengaja ditutup oleh pengelolanya.
“Dalam kasus situs web UGM ini, jenis peretasannya adalah tipe deface,” ujar Pratama, yang merupakan ketua lembaga riset siber CISSReC (Communication & Information System Security Research Center).
Deface pada situs web sering dilakukan oleh peretas sebagai pengujian awal terhadap keamanan suatu situs.
Setelah berhasil melakukan deface, peretas bisa saja melakukan serangkaian tindakan yang lebih berbahaya, seperti pencurian data atau bahkan memanipulasi isi situs web.
“Dalam kasus ini, peretas meninggalkan pesan dan mengatas-namakan ‘BANGSIN’. Kemungkinan besar ini merupakan salah satu bentuk hacktivist yang dilakukan untuk mencari reputasi di komunitas dan masyarakat, atau mungkin juga sebagai pengenalan tim peretasannya,” jelas Pratama.
Beberapa waktu yang lalu, terungkap bahwa banyak situs judi berhasil menyusup ke berbagai situs universitas dan sekolah.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun situs-situs kampus tersebut aktif dan sering diperbarui, tampaknya tidak ada pemeriksaan secara berkala.
Kondisi tersebut memungkinkan situs-situs judi untuk menyusup dan digunakan untuk promosi judi online.
“Secara umum, situs-situs kampus selalu menjadi target peretasan dan penyisipan konten judi online karena dapat dengan mudah menarik perhatian masyarakat luas. Oleh karena itu, perlu dilakukan banyak langkah pengamanan dan juga pengujian penetrasi secara rutin,” paparnya.
Menurutnya, tidak ada sistem informasi yang 100% aman, oleh karena itu, tim IT harus secara berkala melakukan pemeriksaan pada tingkat sistem operasi, server web, dan aplikasi.
Biasanya situs slot akan mudah di cari di Google dengan menggunakan kata kunci “Slot”, “Slot Gacor”,”Slot Deposit Dana” atau tambahkan ac.id dibelakangnya maka akan muncul situs universitas yang disusupi.