SuaraFakta.com – Seorang bocah berusia lima tahun meninggal dunia setelah tertabrak oleh sebuah bus di Pelabuhan Merak, Banten, saat ia berusaha mendengar suara klakson ‘telolet’. Insiden ini terjadi pada hari Minggu sekitar jam 13.30 WIB di jalur masuk dermaga eksekutif.
Korban, yang dikenal sebagai Rendi, berusia lima tahun, mengalami akibat yang menyedihkan saat ia berlari di samping bus yang sedang melaju menuju pelabuhan. Dalam upayanya mendengar klakson ‘telolet’, Rendi jatuh dan kemudian tersenggol hingga terlindas oleh bagian depan bus.
Menurut laporan dari Kasat Lantas Polres Cilegon, AKP Riska Tri Aditia, insiden tragis ini terjadi ketika bus yang dikemudikan oleh seorang pria bernama Timbul Jaya sedang dalam perjalanan dari Cilegon menuju Pelabuhan Merak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rendi berlari di sisi kiri bus sambil meminta pengemudi untuk meniup klakson ‘telolet’. Namun, usahanya berujung tragis ketika ia tersenggol dan tertabrak oleh bagian depan bus.
Reaksi atas peristiwa ini, Sony Susmana, Direktur Pelatihan Safety Defensive Consultant Indonesia, menegaskan bahwa pengemudi bus harus selalu memastikan keselamatan dari berbagai hal, terutama pejalan kaki dan anak-anak.
“Kita tidak boleh mengabaikan potensi bahaya yang mungkin terjadi, terutama ketika ada anak-anak yang terlalu bersemangat mendekati bus karena ingin mendengar klakson telolet,” ujar Marcell Kurniawan, Direktur Pelatihan The Real Driving Center, sambil menyoroti pentingnya kesadaran akan risiko tersebut.
Bus, dengan dimensinya yang besar, memiliki area blind spot yang cukup luas, membuatnya sulit bagi pengemudi untuk melihat objek di sekitarnya, terutama jika berada di sebelah kiri kendaraan.
Karenanya, pejalan kaki, khususnya anak-anak, serta pengendara motor rentan tidak terlihat oleh pengemudi bus. Oleh karena itu, penting bagi semua orang untuk memahami bahwa berada di dekat bus bisa sangat berisiko.
“Kita tidak boleh menganggap enteng perilaku berbahaya, terutama ketika berada di sekitar bus yang sedang bergerak,” tambah Sony, sebagai peringatan agar selalu waspada ketika berinteraksi dengan bus di jalan raya.