SuaraFakta.com – Foto yang beredar memperlihatkan kerusakan parah pada bus PO Haryanto setelah bertabrakan dengan sebuah Pajero Sport yang dinaiki tiga korban. Keterangan yang diunggah di Instagram, dengan akun @haryantomania_ig, menggambarkan kerusakan signifikan pada bagian depan bus Jetbus 3+ yang berjuluk Axelle.
Terlihat kaca depan yang retak dan bumper bawah bus yang hancur. Petugas derek tampak sedang bersiap untuk mengangkut bus berwarna hitam-biru tersebut, sementara penumpangnya telah berkumpul di pinggir jalan tol.
Lokasi insiden ini terjadi di Jalan Tol Semarang-Batang, pada hari Minggu, 24 Desember 2023 sekitar pukul 05.59 WIB. Menanggapi spekulasi yang beredar, akun @haryantomania_ig menegaskan bahwa bus PO Haryanto tidak melarikan diri dari lokasi kecelakaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diklarifikasi bahwa bus tersebut berhenti sekitar 100 meter dari tempat kecelakaan untuk mencari lokasi yang aman dan menghindari kecelakaan susulan. “Disaat kejadian tersebut untuk driver, dan bis sama sekali tidak kabur, posisi kendaraan kurang lebih 100 meter di depan, untuk mencari lokasi aman dan untuk mengevakuasi penumpang.. Karna posisi bis memang penuh, dikarnakan musim liburan nataru,” tulis akun tersebut di Instagram.
Proses evakuasi penumpang diteruskan dengan foto kedua yang diunggah, menunjukkan kru bus PO Haryanto yang membantu mengeluarkan barang penumpang dan berkoordinasi dengan kantor untuk penanganan lebih lanjut. Penumpang kemudian dipindahkan ke bus pengganti untuk melanjutkan perjalanan mereka. Sementara itu, bangkai bus Haryanto dievakuasi dengan kendaraan derek oleh petugas Jasa Marga.
Sejalan dengan tindakan tersebut, beberapa jam setelah kecelakaan, manajemen PO Haryanto dikabarkan mengunjungi rumah sakit untuk bermediasi dengan keluarga korban. “Suasana di rumah sakit keluarga korban kecelakaan, di situ PO Haryanto diwakili oleh Om Sus, kemeja putih, selaku pengurus PO Haryanto ditemani pihak keluarga korban untuk menjenguk dan bermediasi dengan pihak keluarga korban,” demikian akun tersebut melaporkan. Namun, ada klaim dari korban tentang intimidasi oleh empat orang berpostur besar dari PO Haryanto, yang direspons dengan permohonan maaf dan janji tindakan tegas dari pihak manajemen jika terbukti benar.
“Mohon maaf bila memang benar terjadi intimidasi dari pengurus kami pihak kantor tidak akan segan untuk melakukan tindakan tegas.” “Demikian yang bisa kami sampaikan, mudah-mudahan semoga urusan ini lekas selasai dan untuk seluruh korban lekas pulih dan sehat kembali,” tambah akun itu.
Terkait kecelakaan tersebut, sopir bus PO Haryanto kini ditahan oleh pihak kepolisian. PO Haryanto menegaskan bahwa sopir tersebut tidak berniat menyebabkan kecelakaan dan meminta doa untuk kekuatan menghadapi situasi ini. “Dan minta doanya untuk crew kami semoga kuat menghadapi musibah dan masalah ini ,karena beliau pun tidak mengingikan musibah ini, untuk yang bersangkutan saat ini sudah berada di pihak yang berwajib,” ungkap akun tersebut.
Selain itu, PO Haryanto berkomitmen untuk bertanggung jawab atas insiden ini. “Di sini sudah dapat disimpulkan bahwa PO Haryanto bertanggung jawab dan tidak kabur dari permasalahan ini,” tegasnya.
Salah satu korban yang berbicara di media sosial TikTok mengklaim bahwa akibat kecelakaan itu, mereka mengalami paralisis dan tidak dapat berjalan. “Memang kami masih diberikan kehidupan. Tapi patah tulang di pinggul dan kaki menjadi 3 bagian membuat saya tidak mampu berjalan,” ucap korban. Korban tersebut juga menyatakan kekecewaannya terhadap PO Haryanto yang dianggap tidak memiliki itikad baik untuk mediasi. “Tidak ada etikat baik untuk bertanggung jawab. Dia bilang tanggung jawa/santunan biasanya diberikan ‘jika korbannya meninggal dunia’,” tulis korban di TikTok.