SuaraFakta.com – Dalam beberapa waktu terakhir, sosok pendakwah muda yang akrab disapa Gus Iqdam sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, khususnya di kalangan santri muda.
Video dakwah Gus Iqdam banyak dibagikan ulang oleh akun-akun yang bergerak di bidang keagamaan. Gaya penyampaian pesan yang dianggap santai dan menyenangkan membuat Gus Iqdam mendapatkan simpati dari kalangan pemuda.
Berikut ini adalah profil lengkap dan biodata Agus Muhammad Iqdam Kholid, atau yang lebih dikenal dengan Gus Iqdam, selaku pendiri Majelis Ta’lim Sabilu Taubah, seperti dilansir dari berbagai sumber.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lahir di Blitar pada tanggal 27 September 1994, Gus Iqdam adalah anak bungsu dari pasangan KH. Kholid dan Ny. Hj. Lanratul Farida.
Gus Iqdam, yang merupakan pendakwah muda Nahdlatul Ulama dan juga pendiri Majelis Ta’lim Sabilu Taubah, mulai dikenal luas setelah videonya yang penuh semangat menasihati anak-anak punk menjadi viral.
Orang tua Gus Iqdam adalah pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam di Blitar, Jawa Timur.
Pendidikan agama Gus Iqdam tidak hanya didapat dari orang tua dan lingkungannya, melainkan juga dari pamannya, Dliyauddin Azzamzami. Setelah itu, Gus Iqdam melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur.
Gus Iqdam mendirikan Majelis Ta’lim Sabilu Taubah pada tahun 2018, awalnya hanya dengan 7 jemaah, kini telah berkembang menjadi puluhan ribu jemaah.
Pada tahun 2021, Gus Iqdam menikah dengan Nilatin Nilayah, putri Almaghfurlah KH. Thoha Widodo Zaini Munnawir dari Pondok Pesantren Lirboyo. Pasangan ini kini telah diberkahi dengan seorang putra yang diberi nama Ahmad Novel Zubaidi Al Munawwir.
Sebagai seorang mubaligh muda asal Blitar, Gus Iqdam memiliki keunikan tersendiri dalam berdakwah dan gaya penyampaian yang berbeda. Ia memfokuskan perhatiannya pada anak-anak punk yang ingin kembali ke jalan Allah.
Majelis Ta’lim Sabilu Taubah, yang didirikan oleh Gus Iqdam pada tahun 2018, bukan hanya menjadi tempat berkumpul bagi jamaah yang memiliki pemahaman agama yang tinggi, tetapi juga menyambut baik mereka yang belum begitu menguasai ilmu agama.
Dengan upaya dan dedikasinya, Gus Iqdam telah berhasil menciptakan lingkungan dakwah yang inklusif, menyentuh berbagai lapisan masyarakat, dan menginspirasi banyak orang untuk mendekatkan diri pada jalan taubat.