SuaraFakta.com – Wakil Deputi Bidang Kesehatan Tim Nasional AMIN, dr. Berlian Idris, mengonfirmasi kejadian menyedihkan di kampanye besar-besaran di JIS, Jakarta Utara, Sabtu (10/3), dimana tiga pendukung pasangan calon nomor urut 1, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, menghembuskan nafas terakhir.
Berlian mengungkapkan bahwa ketiga individu tersebut adalah Dachyar (58 tahun) dari Bekasi, Agus Rohendi (57 tahun) dari Bandung, dan Syaifudin (62 tahun) dari Jakarta Selatan.
Dachyar ditemukan tak sadarkan diri saat naik tangga di JIS. Ia segera dievakuasi dan diberikan perawatan oleh tim medis AMIN sebelum akhirnya dibawa ke RSPI Sulianti Saroso. Meski telah mendapat perawatan di rumah sakit, Dachyar tak bisa diselamatkan karena mengalami serangan jantung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saat awal naik tangga, keluarga pasien mengatakan bahwa pasien sudah merasa sesak dan lelah, kemudian mendadak tidak sadar dan dievakuasi ke pos kesehatan. Berdasarkan keterangan keluarga, sebelumnya pasien sering mengeluh nyeri sekitar ulu hati dan selama ini dikira sakit maag atau asam lambung,” kata dr Berlian.
“Pasien dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso dengan ambulans sambil tetap dilakukan RJP. Pasien dinyatakan meninggal dunia di IGD RSPI Sulianti Saroso dan diduga kuat mengalami serangan jantung sebagai sebab kematian,” tambah Berlian.
Sementara itu, Agus Rohendi dari Bandung ditemukan tak sadarkan diri di lantai satu Zona Selatan oleh rekan pendukung lainnya. Tim medis AMIN segera memberikan pertolongan pertama sebelum mengirim Agus ke RSPI Sulianti Saroso. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena Agus juga diduga meninggal karena serangan jantung.
“Tim kesehatan segera melakukan RJP, memasang infus, dan memberikan obat-obatan. Pasien kemudian dirujuk dengan ambulans sambil tetap dilakukan RJP. Pasien dinyatakan meninggal dunia di IGD RSPI Sulianti Saroso. Sebab kematian pasien juga diduga kuat serangan jantung,” ucapnya.
Adapun Syaifudin ditemukan tergeletak di luar area JIS dan langsung dievakuasi oleh tim kesehatan AMIN ke RS Royal Progress. Namun, meski telah diberikan pertolongan, Syaifudin juga menghembuskan nafas terakhirnya di IGD RS Royal Progress karena diduga mengalami serangan jantung.
“Tim kesehatan langsung memberikan pertolongan, melakukan RJP dan segera merujuk pasien dengan ambulans ke RS Royal Progress sambil tetap memberikan pengobatan di dalam ambulans. Pasien dinyatakan meninggal dunia di IGD RS Royal Progress. Penyebab kematian juga diduga kuat serangan jantung,” pungkasnya.
Kampanye besar-besaran AMIN di JIS memang telah menyedot perhatian masyarakat sejak dini hari Sabtu. Ribuan orang dari berbagai daerah turut menyaksikan langsung acara kampanye tersebut.
Sumber Berita : Kompas