Pendekatan Hak Asasi Manusia: Dalam Studi Kasus Hudud

- Pewarta

Kamis, 18 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Hudud, hukuman dalam syariat Islam.

Ilustrasi. Hudud, hukuman dalam syariat Islam.

SuaraFakta.com Kata hudud adalah bentuk jama’ dari kata hadd, yang artinya batas (limit), batasan atau faktor yang membatasi.

Dalam yurisprudensi Islam, istilah hadd digunakan untuk hukuman yang membatasi tindakan kejahatan, dan ia disebut hudud.

Penggunaan bentuk jama` (hudud) mengindikasikan bahwa hadd (batas) yang ditentukan oleh Allah berjumlah banyak, dan manusia memiliki keleluasan untuk memilih batasan tersebut sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi yang melingkupinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hudud adalah perbuatan melanggar hukum yang jenis dan ancaman hukumannya ditentukan oleh nash (al-Qur’an dan hadis), misalnya had pencurian, had zina, had qadzaf, dan had hirabah.

Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah bentuk kejahatan pidana (jinayat) yang dikenai hukuman hudud.

Imam Hanafi (salah satu Imam Madzhab besar dalam Islam) hanya menyebut lima macam kejahatan, yaitu zina, menuduh zina (qadzaf), mencuri (sariqah), memerangi atau merampok (hirabah), dan minum khamer.

Ulama lainnya menambahkan dua macam kejahatan lagi, yaitu al-qatlu dan ar-riddah (murtad).

Penerapan hukum jinayah dalam komunitas Islam dimungkinkan atas dasar pemaham- an terhadap sejumlah ayat, seperti QS an-Nisa [4]: 15 dan an-Nur [24]: 2 tentang hukuman bagi pelaku zina; QS an-Nur [24]: 4 tentang hukuman bagi pelaku penuduh zina (qadzaf); QS al-Maidah [5]: 38 tentang hukuman bagi pencuri; QS al-Maidah [5]: 33 tentang pemberontakan dan perampokan; dan QS al-Maidah [5]: 90 tentang hukuman bagi peminum khamer (minuman keras); serta ayat-ayat yang berbicara soal hukuman bagi pelaku pembunuhan dan penganiayaan (QS al-Maidah [5]: 45 dan al-Baqarah [2]: 178).

Dalam prakteknya, ditemukan enam bentuk hukuman bagi pelaku tindak pidana di kalangan masyarakat Muslim, yaitu:

1. Cambuk, dikenakan pada pezina ghairu muhshon (100 kali), qadzaf (80 kali), minum khamar (40-80 kali).

2. Potong tangan, dikenakan pada para pencuri.

Baca Juga :  Isra Miraj di Masjid Al-Munawwar: Kisah Inspiratif & Nasihat Spiritual

3. Potong tangan dan kaki secara silang bagi pelaku perampokan tanpa pembunuhan.

4. Rajam (dilempar batu sampai mati),bagi pezina muhshan (pelaku terikat perkawinan).

5. Hukuman mati, bagi pelaku pemberontakan, pembunuhan tanpa perampokan dan murtad.

6. Hukuman mati dan salib (dijemur), bagi pelaku perampokan disertai pembunuhan.

Hudud banyak diyakini sebagai bentuk hukuman Islam karena langsung diatur oleh Allah melalui al-Qur’an atau oleh Rasulullah Saw melalui hadis-hadisnya.

Hudud kemudian menjadi semacam identitas keislaman sebuah Negara sehingga Negara yang belum menerapkannya dianggap sebagai Negara yang tidak sempurna menerapkan Ajaran Islam.

Brunei Darussalam sejak lama mendeklarasikan diri sebagai negara Islam, namun pada tahun 2014 Brunei baru menerapkan hudud.

Hal ini mengindikasikan bahwa Sultan Brunei meyakini negaranya belum sempurna menerapkan Syariat Islam tanpa menerapkan hudud.

Demikian pula negeri-negeri (negara bagian) Malaysia yang dipimpin oleh Sultan, seperti Kelantan dan Trengganu.

Mereka masih terus memperjuangkan agar hukum Jinayah yang menjadi dasar hukum penerapan hudud di Negara bagian tersebut bisa diterapkan.

Penerapan hudud di negara-negara Muslim masih menjadi topik yang panas untuk diperdebatkan.

Hukuman mati bagi pembunuh, hukuman mati lalu dijemur di tempat umum, potong tangan dan kaki secara silang bagi pelaku perampokan, potong tangan bagi pencuri, cambuk bagi pezina yang tidak terikat perkawinan, bahkan rajam (dilempar batu hingga mati) bagi pezina yang terikat perkawinan dipandang tidak manusiawi, melanggar hak asasi manusia, dan merendahkan martabat kemanusiaan yang diyakini bertentangan dengan tujuan syariat (Maqashid asy-Syariah) oleh para Muslim yang menentangnya.

Sebaliknya bagi pendukung hudud, hukuman ini harus diterapkan tanpa memedulikan perkembangan sosial karena keduanya adalah hukuman yang bentuk dan ukurannya langsung diatur oleh al-Qur’an dan hadis Rasulullah Saw.

Penerapan hudud dalam bingkai Syariat Islam dewasa ini dikritik keras oleh Ziauddin Sardar karena telah mengalami reduksi serius.

Baca Juga :  Cek Weton secara Online dengan Mudah lewat Weton.id

Pertama, Syariat Islam menekankan pengampunan dan keseimbangan, sementara para pendukung syariat dewasa ini menekankan bentuk hukuman yang keras tanpa mempertimbangkan kondisi sosial-politik.
Kedua, Syariat Islam menentang semua bentuk despotisme, sebaliknya para pendukung syariat dewasa ini justru memaksakan syariat dengan cara-cara yang despotik.

Ketiga, Syariat Islam menganjurkan keadilan sosial-politik dan kesetaraan di depan hukum, para praktisi modern justru berusaha memaksakan aturannya terhadap orang-orang yang tidak berdaya, yang tersisih atau kelompok minoritas, dan eksil (terasing), yang bagi mereka syariat tidak memiliki signifikansi sedikitpun.

Keempat, aspek tertentu dari Syariat Islam tidak diberlakukan karena tidak sesuai dengan pemerintahan oligarki atau nilai-nilai Barat, sementara aspek syariat lainnya ditekankan secara berlebihan untuk membodohi Masyarakat bahwa “hukum syariat sedang ditegakkan”.

Nasr Hamid Abu Zaid mempunyai pandangan yang senada dalam melihat trend penerapan hudud dewasa ini.

Menurutnya, tuntutan penerapan hukum-hukum Syariat Islam dan menganggapnya sebagai tuntutan utama dalam pemikiran keagamaan kontemporer, meskipun secara teoritik bisa diterima merupakan tuntutan yang melangkahi realitas dan bersikap masa bodoh terhadapnya, khususnya dalam masalah penerapan hukum-hukum pidana (hudud).

Membatasi tujuan agama pada hukum merajam pelacur, memotong tangan pencuri, mencambuk peminum minuman keras, dan seterusnya, merupakan sikap masa bodoh terhadap maksud syariat dan tujuan wahyu dalam penerapan undang-undang hukum pidana tersebut.

Semua agama mengajarkan pentingnya penghargaan dan penghormatan terhadap manusia. Tuntutan moral itu diperlukan untuk melindungi seseorang atau suatu kelompok yang lemah dari tindakan zalim dan semena-mena yang biasanya datang dari mereka yang kuat dan berkuasa.

Karena itu, esensi dari konsep hak asasi manusia adalah penghormatan terhadap kemanusiaan seseorang tanpa kecuali dan tanpa ada diskriminasi berdasarkan apa pun dan demi alasan apa pun; serta pengakuan terhadap martabat manusia sebagai makhluk termulia di muka bumi.

Persoalan hak asasi manusia dalam soal agama muncul akibat dua hal: Pertama, kekurangtahuan dalam bidang agama. Payahnya, yang kurang tahu itu bukan hanya orang awam, melainkan juga para pemimpinnya.

Baca Juga :  Inilah! Doa saat Melihat Ka'bah Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya

Umumnya mereka menganggap bahwa apa yang mereka tahu itu sudah seluruhnya dan karenanya tidak perlu lagi belajar.

Sikap serba tahu atau sok tahu inilah yang menjadi pangkal kehancuran umat beragama. Mereka menganggap pengetahuan mereka tentang agama itu sudah mutlak dan final sehingga tidak ada lagi yang perlu didiskusikan.

Jika mereka menemukan pendapat yang berbeda dengan pendapat yang mereka anut dengan serta merta mereka mencap pendapat yang berbeda itu sebagai salah dan menyimpang.

Persoalannya, bagaimana menyadarkan kepada umat yang beragam agama ini bahwa berbeda itu bukanlah hal yang terlarang.

Bukankah manusia itu diciptakan dengan bentuk dan rupa yang berbeda agar mereka saling mengenal dan mengasihi. Hikmahnya, sejak semula Tuhan menginginkan agar kita dapat hidup rukun dengan orang yang berbeda.

Dalam beragama, manusia cenderung menjadikan agama bagai alat untuk “memuaskan Tuhan ketimbang memanusiakan manusia.

Akibatnya, keberagaman manusia tidak banyak membawa efek positif bagi manusia lainnya. Sikap demikian bertentangan dengan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin (membawa rahma bukan hanya bagi seluruh manusia, melainkan juga bagi alam semesta).

Islam mengajarkan bahwa manusia adalah makhluk yang paling mulia, satu-satunya makhluk yang berpotensi menjadi khalifah di muka bumi. Sebaik-baik manusia adalah yang paling berguna bagi sesamanya.

Kewajiban berbuat baik kepada sesama manusia menempati urutan paling tinggi setelah kewajiban beriman kepada Tuhan.

Bahkan, keimanan kepada Tuhan tidak bernilai sebelum direfleksikan dalam bentuk amal saleh terhadap sesama manusia, khususnya kepada orang tua, saudara, tetangga, dan kerabat (terutama kepada mereka yang lemah dan tertindas).

Ditulis oleh: Nurafni Bisinda

***

Sponsored link: Jasa Penerjemah [Ad]

Berita Terkait

Isra Miraj di Masjid Al-Munawwar: Kisah Inspiratif & Nasihat Spiritual
Pasanganmu Cogil? Baca Doa Ini agar Sabar Menghadapinya
Doa Agar Mendapatkan Istri Sholeha dan Setia, Ini Amalannya!
Doa untuk Mencerahkan Wajah dan Disukai Banyak Orang, Baca Sekarang!
Kitab Wasiatul Musthofa (PDF) Arab dan Terjemah Bahasa Indonesia Lengkap Terbaru
Biodata Profil Gus Iqdam ‘Dekengan Pusat’, Pendakwah Muda Jawa Timur
Inilah! Hari Baik untuk Potong Rambut dalam Agama Islam
12 Cara Menjadi Orang Sabar Menurut Islam Wajib Diketahui

Berita Terkait

Jumat, 16 Februari 2024 - 06:49 WIB

Isra Miraj di Masjid Al-Munawwar: Kisah Inspiratif & Nasihat Spiritual

Kamis, 18 Januari 2024 - 21:45 WIB

Pendekatan Hak Asasi Manusia: Dalam Studi Kasus Hudud

Jumat, 5 Januari 2024 - 08:27 WIB

Pasanganmu Cogil? Baca Doa Ini agar Sabar Menghadapinya

Kamis, 4 Januari 2024 - 02:15 WIB

Doa Agar Mendapatkan Istri Sholeha dan Setia, Ini Amalannya!

Kamis, 4 Januari 2024 - 02:10 WIB

Doa untuk Mencerahkan Wajah dan Disukai Banyak Orang, Baca Sekarang!

Kamis, 7 Desember 2023 - 02:50 WIB

Kitab Wasiatul Musthofa (PDF) Arab dan Terjemah Bahasa Indonesia Lengkap Terbaru

Selasa, 5 Desember 2023 - 07:10 WIB

Biodata Profil Gus Iqdam ‘Dekengan Pusat’, Pendakwah Muda Jawa Timur

Minggu, 29 Oktober 2023 - 10:11 WIB

Inilah! Hari Baik untuk Potong Rambut dalam Agama Islam

Berita Terbaru

daftar harga motor yamaha. (Ist)

Otomotif

Daftar Harga Motor Yamaha Lengkap Terbaru 2024

Selasa, 20 Feb 2024 - 03:11 WIB

Ilustrasi. (Ist)

Uncategorized

Sering Motoran Bikin Tangan Item? Begini Cara Mengatasinya

Selasa, 20 Feb 2024 - 02:55 WIB

Grafik Merek Motor Terlaris 2023. (Goodstats)

Otomotif

Ini Merek Sepeda Motor Paling Banyak Digunakan di Indonesia

Selasa, 20 Feb 2024 - 02:48 WIB

not angka kalimba fifty fifty cupid

Not Angka

Not Angka Kalimba FIFTY FIFTY – Cupid

Senin, 19 Feb 2024 - 07:11 WIB